USK Bekali Guru SD dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Berbasis TBL dan AhaSlides
Berita Aceh Pos, BANDA ACEH – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi Doktor Pendidikan Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Professional Development Workshop bagi guru sekolah dasar dengan tema “Empowering Elementary School Teachers: Designing Interactive English Lessons Using Task-Based Learning (TBL) and AhaSlides.”
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 Agustus 2026, di Olenka Meeting Room, Banda Aceh, ini diikuti oleh 20 guru sekolah dasar dari sejumlah sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar. Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Inggris yang bermakna, interaktif, dan berpusat pada siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan guru menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028 sebagaimana tercantum dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Workshop menghadirkan Diana, S.Pd., M.Ed., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK sekaligus kandidat doktor pada Program Studi Doktor Pendidikan FKIP USK, dan Prof. Dr. Asnawi, S.Pd., M.Ed., Ketua Program Studi Doktor Pendidikan FKIP USK.
Diana merupakan penerima pendanaan penelitian Kemdiktisaintek melalui BIMA pada skema Penelitian Disertasi Doktor (PDD). Workshop ini menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian penelitian yang didanai melalui skema tersebut.
Dalam kegiatan tersebut peserta diperkenalkan dengan Task-Based Learning (TBL), yaitu pendekatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris melalui kegiatan atau tugas yang bermakna dan komunikatif. Selain itu, peserta mempelajari pemanfaatan AhaSlides sebagai teknologi interaktif yang dapat mendukung partisipasi, kolaborasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Workshop secara khusus diarahkan untuk membantu guru memahami prinsip TBL, mengeksplorasi pemanfaatan AhaSlides, serta mengembangkan desain pembelajaran Bahasa Inggris yang dapat diterapkan di kelas. Salah satu fokusnya adalah integrasi TBL dan AhaSlides dalam kegiatan writing.
Diana menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan TBL dan AhaSlides kepada guru, tetapi juga membantu guru menerjemahkan konsep tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran yang sederhana dan dapat langsung diterapkan.
“Workshop ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan TBL dan AhaSlides kepada guru, tetapi yang lebih penting adalah membantu guru mengubah konsep tersebut menjadi kegiatan pembelajaran yang nyata, sederhana, dan dapat langsung diterapkan di kelas.” ujarnya.
Salah seorang peserta workshop Badriyana dari SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut, “Workshop ini sangat baik dan memberikan banyak wawasan. Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru dan pengalaman yang sangat berharga. Saya berharap akan ada lebih banyak workshop seperti ini untuk membantu meningkatkan keterampilan guru, khususnya dalam menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran.”
Setelah mengikuti workshop, para guru diharapkan menerapkan desain pembelajaran yang telah dikembangkan di sekolah masing-masing. Integrasi TBL dan AhaSlides diharapkan dapat membantu menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih interaktif, komunikatif, dan berpusat pada siswa.
Produk yang dihasilkan peserta juga dapat menjadi bahan refleksi dan pengembangan lebih lanjut untuk menghasilkan desain pembelajaran yang semakin sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.

Selain itu, hasil workshop dan produk peserta dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan model pembelajaran TBL yang terintegrasi dengan teknologi interaktif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan profesional guru sekaligus diseminasi hasil penelitian.
Peserta workshop berjumlah 20 guru yang berasal dari sejumlah sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar, antara lain SDN 37, SDN Kartika XIV-1, SDN 4, SDIK Nurul Quran, MIT Nurul Bayaan, SDN 67 Percontohan, SDN 15, SDN 12, SDN 22, dan SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani.
Selain kedua narasumber tersebut, sejumlah dosen turut terlibat dalam kegiatan, yaitu Raihan Izzati Basith, S.Pd.I., M.App.Ling., Dr. Dohra Fitrisia, S.Pd., M.Ed., dan Dr. Siti Sarah Fitriani, S.Pd., M.A. (ARP)

