Pendidikan

Magister Pendidikan Bahasa Inggris USK Gelar Seminar Internasional tentang Pencegahan Pelecehan di Kampus

Banda Aceh, Berita Aceh Pos  — Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar seminar internasional bertajuk “Creating a Safe and Respectful Campus Environment: Recognizing, Preventing, and Responding to Harassment” pada Selasa (1/9/2026) di Ruang Teleconference FKIP USK dan melalui Zoom.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika tentang bentuk pelecehan, cara mengenalinya, pencegahannya, serta respons dan mekanisme pelaporan yang tepat.

Seminar menghadirkan Nadeth Rae Rival Cosico, M.A., dosen di Our Lady of Fatima University, Laguna, Filipina, sebagai narasumber. Sebanyak 77 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 38 peserta yang hadir secara luring dan 39 peserta yang mengikuti melalui Zoom. Peserta berasal dari sejumlah negara, yakni Filipina, Myanmar, Malaysia, dan Selandia Baru, selain peserta dari Indonesia.

Dalam pemaparannya, Cosico menjelaskan bahwa campus-based harassment dapat terjadi dalam berbagai relasi di lingkungan pendidikan, baik antarmahasiswa, antardosen, maupun antara dosen dan mahasiswa. Pelecehan tidak selalu berbentuk fisik atau seksual, tetapi juga dapat berupa perilaku verbal, nonverbal, tulisan, maupun gambar yang tidak diinginkan dan ditujukan kepada individu atau kelompok berdasarkan ras, jenis kelamin, atau asal-usul.

Narasumber Seminar International Nadeth Rae Rival Cosico, M.A., dosen di Our Lady of Fatima University, Laguna, Filipina

Karena itu, penanganan pelecehan membutuhkan mekanisme yang jelas serta pihak yang kompeten. Cosico menekankan pentingnya pembentukan unit atau badan khusus di lingkungan pendidikan yang mampu menerima laporan dan menangani kasus secara tepat, sekaligus menjamin keamanan, kerahasiaan, serta perlindungan korban selama proses penanganan berlangsung. Keberadaan badan ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang memadai kepada korban sekaligus memastikan bahwa setiap laporan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang jelas dan bertanggung jawab,” jelas Cosico dalam sesi pemaparan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak Magister Pendidikan Bahasa Inggris USK, lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan saling menghormati. Narasumber juga membagikan pengalaman praktis dalam menangani kasus pelecehan di Filipina, sebelum seminar ditutup dengan diskusi dan sesi tanya jawab.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK, Dr. Yuliana, S.Pd., M.A., mengatakan seminar tersebut merupakan bentuk kepedulian program studi terhadap pentingnya membangun lingkungan kampus yang aman dan saling menghormati. “Kami ingin meningkatkan kesadaran sivitas akademika bahwa pelecehan dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan bahwa setiap orang memiliki peran dalam mencegah serta meresponsnya dengan tepat. Melalui pengalaman dan perspektif internasional yang dibagikan oleh narasumber, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk bersama-sama membangun budaya kampus yang aman, suportif, dan bebas dari pelecehan,” ujar Dr. Yuliana.

Dari sisi peserta, seminar tersebut memperluas pemahaman bahwa pelecehan dapat muncul dalam bentuk yang tidak selalu terlihat secara fisik. Catherine T. Ondis dari Our Lady of Fatima University, Filipina, yang mengikuti kegiatan secara daring, mengatakan bahwa materi seminar tersebut membuatnya semakin memahami bahwa harassment dapat terjadi melalui perkataan, tulisan, maupun perilaku yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Sementara itu, Julia Makhrami, S.Pd., mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris USK yang hadir secara langsung, menilai seminar tersebut membantunya memahami pentingnya cara bersikap dan merespons saat menghadapi atau menyaksikan situasi pelecehan di lingkungan kampus. Peserta lain, Htet Htet Hlaing dari Myanmar yang hadir secara daring, turut menyoroti pentingnya kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam mencegah dan merespons pelecehan secara tepat.

Seminar ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata. Magister Pendidikan Bahasa Inggris USK mendorong agar pemahaman yang diperoleh peserta diterapkan dalam kehidupan akademik sehari-hari dan menjadi bagian dari upaya membangun budaya kampus yang lebih aman, respektif, suportif, serta peduli terhadap perlindungan setiap anggota sivitas akademika. Dengan demikian, sivitas akademika diharapkan semakin berani mengenali, mencegah, dan melaporkan tindakan pelecehan melalui jalur yang tepat, sehingga komitmen terhadap kampus yang aman dan saling menghormati benar-benar terwujud. (ARP/Rils)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *