Dinkes Aceh Besar Ingatkan,Penyakit TBC Harus Diobati Hingga Sembuh
Kabupaten Aceh Besar sendiri masih menjadi daerah yang memiliki catatan temuan penyakit TBC yang tinggi. Pemerintah kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Kesehatan terus berusaha untuk mengajak Masyarakat yang terindikasi TBC untuk dapat berobat kepelayanan Kesehatan terdekat.
TBC bukan penyakit keturunan, penyakit ini dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya). Hanya sekitar 10% diantara orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TBC dapat hidup dalam kondisi non-aktif (laten) seumur hidup dan menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah.
Dinkes Aceh Besar melalui petugas puskesmas di kecamatan kerap menyampaikan langsung edukasi terkait TBC kala bertemu Masyarakat dan pasien di beberapa puskesmas di Aceh Besar. Untuk diketahui bahwa penyakit TBC masih menjadi perhatian serius, dimana tingkat penularan yang tinggi akan berkontribusi pada peningkatan kematian dan penurunan kualitas hidup individu serta mengancam pertumbuhan ekonomi nasional. Diperkirakan setiap tahunnya muncul 969.000 kasus TB baru, dengan kematian mencapai 144.000.

Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Aceh Besar Ns. Rina Karmila, S.Kep. mengatakan agar para penderita TBC ini tetap bersemangat dan selalu rutin menjaga pola makan serta mengonsusmsi obat hingga penyakit TBC ini tuntas.
“Tetap semangat dan rutinlah dalam mengosumsi obatnya sampai tuntas, Insya Allah akan sembuh,” tuturnya.
Rina mengatakan dalam usaha memotong penyebaran penyakit TBC ini tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah saja melainkan harus disertai peran serta masyarakat karena masyarakatlah yang paling pertama mengetahui adanya penderita di lingkungannya.
Ia juga menambahkan bagi penderita jangan malu-malu untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit setempat.
Diperlukan sinergitas bersama dalam menanggulangi TBC. Dinkes Aceh Besar mengajak semua untuk mencegah dan melakukan pengendalian terhadap penyakit TBC dalam upaya menjaga perilaku hidup bersih sehat, imunisasi BCG pada bayi, terapi pencegahan TBC pada kontak erat, screening dan pengobatan TBC di faskes pemerintah dan swasta, faskes tes cepat molekular sebagai gold standar untuk diagnosa TBC dan pemantauan pengobatan TBC sampai sembuh.
Aceh Besar Peroleh Penghargaan Penanggulangan TBC, AIDS dan Malaria tahun 2025
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mencatatkan diri sebagai salah satu daerah di Indonesia yang menerima penghargaan karena berhasil mengambil peran dalam penanggulangan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan juga malaria. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Besar Syech Muharram dalam acara pertemuan nasional Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/10/2025).
Bupati Syech Muharram mengatakan Pemerintah Aceh Besar akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Aceh Besar, baik berupa pelayanan preventif, kuratif, dan juga rehabilitatif.
Syech Muharram juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di Aceh Besar yang berada di bawah jajaran Dinas Kesehatan. “Tentu penghargaan ini diberikan berkat kerja keras tenaga kesehatan di Aceh Besar,” kata Syech Muharram.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengatakan pemerintah pusat akan terus berupaya menjadikan masyarakat Indonesia yang sehat dalam menyongsong Indonesia Maju Tahun 2045.

“Mustahil kita menjadi negara maju jika angka tuberkulosis dan malaria masih tinggi di negeri ini, dua penyakit itu menjadi duet maut yang menyebabkan kematian di Indonesia hari ini,” kata Bima Arya.
Dia juga menegaskan pemerintah pusat akan terus mendorong agar pemerintah daerah berperan aktif dalam penanggulangan penyakit di daerah untuk menciptakan masyarakat yang sehat.
Untuk tahun 2026, kata Bima Arya, pemerintah pusat akan mengalokasikan sekitar 7,6 triliun untuk program cek kesehatan gratis dan tuberkulosis serta revitalisasi rumah sakit di daerah. Selain itu, kata dia, pemerintah juga mengalokasikan anggaran 69 triliun untuk bantuan jaminan kesehatan.
