Uncategorized

Penerapan 5 pilar STBM, Peran Puskesmas Sosialisasikan Ajakan Hidup Bersih dan Sehat Kepada Masyarakat

Salah satu cara dalam memastikan kesehatan masyarakat agar tidak mudah terjangkit penyakit dimulai dengan  membangun pola fikir untuk mau hidup sehat dan menjaga lingkungan sekitar. Dimana pola hidup sehat dan bersih sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dari penyakit. Melalui ragam program yang telah diluncurkan pemerintah dalam upaya mengajak masyarakat untuk mau menjalankan pola hidup bersih dan sehat, salah satu peran vital dalam mensosialisasikannya kepada masyarakat luas adalah melalui petugas di Puskesmas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar telah meminta pihak Puskesmas di 23 kecamatan untuk giat melakukan kunjungan ke lapangan dalam rangka memberikan edukasi dan mensosialisasikan program-program yang telah disiapkan. Salah satu program yang ada adalah Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Program PIS-PK atau yang lebih dikenal dengan Program Keluarga Sehat adalah salah satu program puskesmas yang menggunakan pendekatan keluarga untuk meningkatkan jangkauan sasaran. Pendekatan keluarga merupakan strategi atau pendekatan pelayanan terintegrasi antara upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang didasari oleh data dan informasi profil kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah.

Kegiatan sosialisasi 5 Pilar STBM di puskesmas Leupung, Aceh Besar

Seperti yang dilaksanakan oleh pukesmas kecamatan Lembah Seulawah yang pernah melakukan kunjungan kepada masyarakat dalam mensosialisasikan Open Defecation Free (ODF) atau Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Ini merupakan kegiatan intervensi PIS-PK yang terintegrasi dengan permasalahan kesehatan di masyarakat. Dalam kegiatan tersebut pihak puskesmas menjelaskan bagaimana pentingnya memiliki jamban yang baik di rumah serta bahaya kesehatan yang dapat timbul jika masih melakukan kegiatan buang air besar Sembarangan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperbanyak pencapaian desa ODF di wilayah Kecamatan Lembah Seulawah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar telah turun ke desa-desa dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan tujuan program STBM ini dapat menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Informasi yang media ini terima dari pihak Dinkes Aceh Besar tujuan dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ini adalah untuk mencapai penerapan lima pilar STBM. Dimana pilar pertama stop buang air besar sembarangan (BABS); Kedua, cuci tangan pakai sabun (CTPS); Ketiga, pengelolaan air minum rumah tangga (PAM-RT); Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga; Kelima, pengelolaan air limbah rumah tangga.

Dalam upaya pemahaman penerapan lima pilar STBM kepada masyarakat, pihak Dinas Kesehatan dibantu petugas pukesmas kecamatan di wilayah tempat berlangsungnya kegiatan terlebih dahulu akan menemui pihak aparatur desa untuk berdiskusi tentang bagaimana kondisi sanitasi dan pola hidup masyarakat di desa tersebut.

Sesuai dengan definisi program STBM, salah satu proses pemberdayaan masyarakat dengan melakukan metode pemicuan. Dimana pemicuan STBM merupakan salah satu rangaian kegiatan STBM yang dilakukan di desa. Kegiatan pemicuan dengan mengajak langsung masyarakat melihat dan melakukan demo dari lima pilar STBM. Agar dapat menyentuh perasaan, pikiran dan pengetahuan masyarakat. Pemicuan adalah Cara untuk mendorong perubahan perilaku higienis dan saniter individual atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku dan kebiasaan masyarakat.

Pada kegiatan pemicuan dilakukan beberapa kegiatan yang berdasarkan lima pilar STBM, seperti mengajarkan masyarakat bagaimana cara mencuci tangan dengan sabun sesuai standar kesehatan. Kegiatan lainnya yang dilakukan untuk menyadarkan masyarakat tentang bagaimana bahayanya kegiatan buang air besar sembarangan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan. Dimana ditunjukkan demo bagaimana pencemaran air dari aktifitas tersebut yang berdampak buruk bagi kesehatan jika air yang tercemar masih dipergunakan bagi kebutuhan sehari-hari. Hal ini untuk memicu kesadaran masyarakat untuk dapat berubah dengan memperlihatkan dan menjelaskan dampak yang ditimbulkan jika masih melakukan kegiatan tersebut.

Masyarakat melakukan kegiatan pemicuan STBM, dengan mengajak langsung masyarakat melihat dan melakukan demo dari lima pilar STBM

Petugas yang mendampingi pada kegiatan pemicuan STBM juga mengajak masyarakat untuk melihat sanitasi di desa melalui penggambaran dari denah/peta desa. Dengan sama-sama melihat apakah lokasi tempat BAB yang selama ini dipakai sudah baik dan tidak mencemari sumber air. Dengan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki akses sanitasi yang baik melalui kegiatan pemicuan ini.

Kegiatan pemicu STBM ini telah dilakukan di gampong-gampong di 23 kecamatan se-Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini digagas oleh dinas kesehatan Aceh Besar bersama pihak puskesmas setempat. Kunjungan di setiap gampong memiliki pola kegiatan yang sama. Dengan kegiatan-kegiatan yang memiliki tujuan untuk memancing pemahaman masyarakat melalui kegiatan dan reka gambar. Dengan memberikan pemahaman langsung diharapkan akan menyadarkan masyarakat apabila pola hidup yang selama ini mereka jalani masih salah dan jauh dari kata sehat. Sehingga kedepannya pola hidup sehat akan diterapkan di kehidupan dan aktifitas sehari-hari.

Kegiatan seperti ini adalah salah satu cara untuk mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dirinya maupun keluarga. Kembali lagi tujuan dari kegiatan pemicuan STBM dengan turun langsung menemui masyarakat adalah untuk mengajak dan membangun pola fikir tentang pentingnya hidup bersih dan sehat. Dengan harapan desa tersebut akan menjadi desa Open Defecation Free (ODF) atau Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Menjalankan lima pilar STBM dengan dampak positif menurunnya kejadian penyakit yang berbasis lingkungan melalui penciptaan kondisi sanitasi sehat. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *